aku pengen kamu tau. ini semua benar-benar ada. seperti ulat bulu yang menggerogoti daun-daun hijau diluar sana. rasa membawaku padamu, tapi logika menyeretku kembali pulang. jadi kemana aku harus melangkah sekarang? karena yang tertinggal hanya ruang kosong buatku..
demi Tuhan, aku benar2 ngga tau harus melangkah kemana. aku hanya pengen berhenti sebentar disini untuk merenungkan semuanya. untuk merenungkan tentang kamu, aku, kita.. aku merasa mulai kehilangan matahari akhir2 ini. begitu parahnya hingga aku merasa malam terasa benar-benar melelahkan untuk dilalui. you gimme an empty space.. dan otakku kehabisan oksigen untuk berpikir. hipoksia menyerangku mendadak. menyerang neuron-neuron syarafku. membuatku jatuh limbung sebelum akhirnya aku berdiri lagi.
kamu ada diujung lorong itu. dan aku masih statis disini. jadi Tuhan, kemana kakiku harus melangkah?
buat hujan:
kamu dimana?
baek-baeklah disana..
hari ini:
katanya ingin semangat. katanya pengen ceria. katanya mau menjadikan segalanya menjadi lebih baik. katanya mo rajin kuliah. katanya mo ngerjain TA. katanya pengen berbagi dan memberi. katanya pengen ketawa terus sepanjang hari.
tapi ini baru setengah hari. masih jam setengah satu siang. masih terang benderang. kenapa justru kehilangan semangat? kenapa kenapa layu? kenapa tak tampak lebih baik?
ayo, ayo, semangat! riris semangatttt!!!!!
okay, i'm here again. sebuah kota dimana aku menghabiskan 3 tahun dengan berat. seperti terjebak di pasir waktu yang tampak lambat berjalan. tempat dimana aku begitu mencintai pepohonan dan burung gereja. mereka mengajariku tentang arti teman, kesendirian, dan air mata.
ah, sudahlah.. bukankah aku berjanji akan lebih menikmati hidup hari ini? Tuhan telah banyak membukakan pintu kebahagiaan untukku. jadi kenapa aku tak mencobanya?
sebelum kita menyukai seseorang, kita tak akan pernah tau, apa yang bisa membuat kita tertarik padanya. tapi setelah kita menyukainya, kita jusru punya 1001 alasan mengapa kita tertarik padanya.
Tuhan masih memberi nyawa buat rasa ini. walaupun aku tak punya keberanian untuk berharap. jadi, biarkan saja semuanya mengalir, ok?

