"..aku memutuskan untuk pergi agak lama. moga2 kamu bisa segar dan ceria lagi. aku sayang kamu.. "
aku terhenyak membaca penggalan pesan singkat yang sampai padaku pagi ini.. aku setengah tak percaya bahwa pesan itu terkirim darimu..
Demi Tuhan. inikah cinta yang kau agung2kan itu? inikah sayang yang sering kau sebut2 itu? inikah?? kamu meninggalkanku saat aku sedang terpuruk? kamu mengatakan ingin kembali saat aku sudah ceria lagi? kamu hanya ingin berada disini saat aku sudah bisa tertawa lagi di depanmu? kamu hanya ingin berada di dekatku saat tanganku kuat untuk memelukmu?
benarkah? aku benar2 tak percaya bahwa kamu adalah orang yang mampu melakukan itu. Duniaku sedang terbalik. hari2ku berputar tak beraturan. kacau. dan kamu??
kamu meninggalkanku..
setidaknya Tuhan membuka mataku, bahwa kamu hanyalah seseorang yang akan menemaniku disaat senang, tapi tidak disaat aku sedang terpuruk dan lelah dengan dunia diluar sana..
Pudel.
jangan bertanya, kenapa hari ini tanganku tergelitik untuk membuka semua halaman tentangmu. entah sudah berapa lama aku tak melihat wujudmu, mendengar tawamu, atau hanya sekedar memainkan rambutmu yang -sering kubilang- seperti pudel itu. dan entah kenapa, hari ini aku begitu.. *sigh*
sudah 7 tahun sejak oktober waktu itu ya? kamu ingat Krishna? kamu ingat bu Pin? kamu ingat Mudah? kamu ingat Arma? kamu ingat acara2 pramuka itu? Kamu ingat sudut jalan candra kirana tempat kita biasa bertemu? kamu ingat waktu aku berada diatas motormu? kamu ingat waktu kita nonton di Golden? kamu ingat sumbersari? kamu ingat si Agung, anak penjual lalapan? kamu ingat film jepang yang selalu kita tonton bersama? kamu ingat rumah di dekat ITN itu? kamu ingat nasi goreng yang selalu kamu buatkan untukku? kamu ingat saat2 kamu sakit demam malam itu? kamu ingat kue tart yang kau kejutkan saat ulang tahunku? kamu ingat lalapan belut dekat masjid ITN? kamu ingat saat aku menarik rambut pudelmu?
entah kenapa, setelah sekian lamanya.. dadaku sesak karena mengingat itu semua..
kamu tak akan pernah terhapuskan. aku baru menyadari hari ini. karena semua kenangan tetap ada. hanya saja, aku yang terlalu sedih mengingatmu hari ini... Kenapa aku harus mengingatmu? kenapa tiba2 semua tempat, orang, dan kejadian itu berputar tak berhenti di dalam kepalaku? Kenapa aku masih begitu mengingat semua detailnya? kenapa aku begitu bersedih karenanya? Kenapa? Kenapa? Kenapa? aku ingin bertanya. tapi tak ada yang menjawab. aku ingin lari. tapi aku tak bisa. kenapa dengan hari ini?? Aku benci.
baik-baik kah kamu disana? masihkah merokok Gudang Garam Inter? masihkah kaos oblong berwarna biru itu? masihkah celana jeans hitam satu2nya itu? masihkah celana pendek kuning itu? masihkah binder bening dengan sebuah foto besar disana? masihkah jari-jari kakimu seperti dulu? masihkah aroma tubuhmu itu? masihkah...
rambut gondrong.. kruwel-kruwel.. orang bilang, kamu kayak pudel..
(nyanyian penuh tawa bertahun-tahun yang lalu)
detik-detik pergantian tahun...
apa yang kau lakukan dalam setahun?
berharap.
terhenyak.
tersadar.
tersisih.
terlupakan.
diam.
menangis.
sepi.
menangis.
perih.
menangis.
sunyi.
menangis.
...
membeku.
mungkin aku memang harus belajar berjalan sendiri. Sudahlah, Ris.. bukankah kamu masih bisa menari bersama matahari? bukankah kamu masih bisa bermain dengan burung2 gereja itu? bukankah sebelum bertemu dengannya kamu telah terbiasa dengan kesendirian? jadi mengapa kau harus membeku seperti ini? ayo ris, keluarlah dari kamar tidurmu. buang semua tissue basah itu. berdirilah dengan kakimu sendiri. what friends are for? nothing. percayalah. bukankah sudah berkali-kali mengalami hal ini? ayolah, ris. kamu kuat. tersenyumlah. bersemangatlah seperti biasanya. dan buat semua percaya bahwa kamu bahagia... setidaknya begitu. atau, jika tidak... maka bertahanlah. aku tau kamu bisa, ris...
aku tak tau harus menuliskannya dari mana. sudah terlalu lama sejak aku tak lagi mengerti bagaimana cara menjadi diri sendiri. sudah terlalu lama sejak aku merasa begitu kesepian dan sendiri...
karena yang tersisa sekarang hanya sepetak planet bernama blog ini..
hampir setahun sudah aku kehilangan mereka, 2 orang yang sebelumnya selalu kupeluk erat dimanapun aku berpijak. 2 jiwa hilang yang selalu kutangisi diam-diam dalam setahun ini..
Sosok pertama adalah seorang perempuan. Rambutnya keriting. Kulitnya putih. Gigi depannya bogang. Badannya gendut. Gampang memar2 kalo kugigit. Mulutnya monyong 5 cm tiap cemberut. Tingkahnya sulit diatur. Sukanya ngaret. Dulu lemot banget soal lagu2 terbaru dan hal2 yang up to date. Sukanya menghabiskan duit. Pemalas. Kalau tidur suka gemeretakin gigi. Pecinta laki2 cakep, tapi bego tiap memulai obrolan dengan orang baru. :)
Yang kedua adalah seorang laki2. Rambutnya, huh, jangan ditanya, kadang bisa gondrong, kadang pernah juga di-rasta seperti rambut gimbal orang gila, kadang bisa rapi cepak. sukanya pelihara jenggot. badannya kurus. gila rokok, alkohol, dan err..wanita cantik. gampang pilek dan asma kalo kena dingin. tangannya kapalan karena sering pegang bass. sering fals tiap masukin suara ke gitar. sering ngutang sana sini buat makan dan masuk studio. :)
mereka dua sosok yang berbeda. tak mengenal satu sama lain. tapi aku mengenal keduanya sekaligus. mereka berdua sama2 gila. mereka berdua sama2 hidup dalam kekacauan. tapi herannya, hanya mereka lah yang bisa membuatku benar-benar mengerti bagaimana indahnya hidup. aku menangis setiap melihat mereka bersedih. aku senang setiap melihat mereka tertawa. pada mereka lah aku bisa menjadi diriku sendiri..
dan sekarang... tolong jelaskan padaku. siapapun diluar sana. jelaskan padaku, bagaimana cara mengisi kekosongan yang amat sangat ini? aku tertawa, aku menangis, aku berjalan, aku tertunduk.. tapi aku tak punya siapa2 lagi disini.. sepi. hampa. sendiri. aku mulai memudar, menyaksikan jiwa-jiwa itu pergi tanpa harus tau berbuat apa...
aku kedinginan.....

