now.. i'm a lawyer.
jangan bilang keren.
jadi tolong di translate dulu ke dalam bahasa indonesia, dan dijabarkan singkatan2nya.
lawyer, dalam bahasa indonesia artinya pengacara.
pengacara, dalam kepanjangan slang-nya biasa disebut:
Pengangguran Banyak Acara.
bleh!
huhuhuhuhuhu. iyah.. jadi setelah lulus praktek profesi ini, riris sementara menjadi pengangguran. hiks. hiks. seenggaknya, sampai wisuda tahun depan, status riris masih mahasiswa Unibraw. tapi setelah itu... hayah! hehehehe. :P
apapun itu, semangat rissssssssss!!
huehuehuheuuehhehe.
aku bukan pendendam. sungguh.
dan seumur hidup, baru sekali aku membenci manusia dengan penuh amarah. walaupun pada akhirnya aku memaafkannya, tapi luka itu masih membekas. meski nyerinya sudah tak lagi ada.
dan kali ini, kamu. manusia kedua yang menggerogotiku selama beberapa tahun ini.
aku tidak ingin mendendam. sungguh.
aku selalu memaafkanmu. tapi kamu menggoresnya lagi dengan luka. lagi. lagi. lagi. dan selalu kumaafkan. hingga banyak orang mengatakan bahwa aku bodoh.
jadi berhentilah melukaiku.
karena aku takut tak punya lagi maaf untukmu.
demi masa. harusnya kau tahu bahwa kuasa Tuhan itu benar-benar ada.
Aku belum dingin dengan semua ini. Aku juga belum lelah. Belum, belum, dan jangan! Jadi.. semoga saja Dia selalu memberiku kekuatan dan petunjuk dalam setiap langkahku.
wanita dengan seribu surga di kakinya. Ah, Engkau tau bagaimana aku begitu menyayangi dan menghormatinya. Dan aku berharap Dia membukakan hatinya atas segenggam jiwa yg kubawa. Bukankah Dia mengatakan punya segala kuasa? Ya, bahkan apa yg tak mungkin bagiNya? Dialah yg mampu membolak-balikkan hati. Kunfayakun. Jika Dia ingin jadi, maka jadilah!
Aku memang bukan seorang religius. Tapi aku percaya denganNya. Sangat, malah. Dia itu pengasih, penyayang, pengampun. Dia adalah segala bentuk kekuatan dan kebaikan. Jadi, apa yg tak mungkin bagiNya?
Key..
Percayalah. Tolong percayalah padaNya. Jika kamu percaya, maka Dia akan benar2 ada. Dan kamu akan merasakan, betapa kuat keberadaannya melingkupimu..
Almost done!
ya, praktek profesiku berakhir sudah. Dan skrg tampaknya aku akan lebih banyak menghabiskan waktu di rumah Bondowoso. Humh, bukannya aku ga suka. Tapi.. Kondisinya lagi ngga kondusif banget. Pertama, aku bisa mati bosan. Kedua, aku bisa mati depresi karena tertekan dengan situasi dimana aku harus membatasi ruang gerakku. Tapi, mati karena alasan yang pertama mungkin akan lebih baik daripada karena yang kedua. Hehehehe. Yang jelas, berjuang untuk bertahan hidup adalah pilihan yang paling indah. :P
yea. I'm home now. Berdoa saja, semoga semua api dalam sekam yang ada dapat mendingin dan mati. Agar tak perlu lagi kepura-puraan di rumah ini.
aku hanya ingin kembali merasakan kenyamanan di rumah kecilku...
merangkak. terperosok. berjalan. terjatuh. bangkit.
hidup ini memang sulit dimengerti. pada saat kita terbiasa berada di tempat yang buruk dan tak nyaman, pada awalnya kita mungkin memang tersiksa. tapi lambat laun adaptasi akan menyamankan diri kita sendiri untuk bertahan. dan pada saat ada banyak kepedihan lain yang datang, kita mampu menghadapinya dengan hambar. tanpa rasa. sebaliknya.. saat kita berada di sebuah tempat yang nyaman, kita akan menangis tersedu-sedu saat mendapatkan segores sayatan. mungkin kita akan menangis berhari-hari hanya untuk hal yang tak begitu penting. tapi mungkin saja bagi yang mengalami, goresan itu adalah segala bentuk kepedihan yang ia punya.
aku pernah ingat saat aku membangun sebuah kastil untuk seseorang. saat itu aku memberikan semua yang kupunya untuk membangunnya. di luar begitu dingin, kadang malah begitu terik. tapi setidaknya aku telah beradaptasi dengan cuaca. jadi aku tak peduli. tetap membangun kastil itu dengan segala tenaga dan rasa. suatu saat, kastil itu roboh.. aku terhenyak. aku ikut meluruh. tak ada lagi kekuatan dan rasa yang tersisa. aku membeku.
tapi kamu benar, planetku.. time will heal everything.
demi pusaran waktu yang telah kulewati. maka disinilah aku sekarang. berusaha membantu seseorang membangun kastil yang baru. kali ini, bersama-sama. atau mungkin tepatnya, aku hanya mendampingi saja. dia memperlakukanku seperti porselain dari antah berantah. menempatkanku di bawah pohon rindang, yang menyediakan oksigen untuk nafasku. dia memberi. memberi. dan selalu memberi. awalnya aku tak setuju. tapi dia benar-benar tak mengijinkanku untuk beranjak. bahkan untuk setetes keringatku pun, tidak. aku jadi terbuai. aku jadi merasakan, apa itu bahagia. aku jadi merasakan, apa itu kenyamanan. aku sangat bahagia. hingga suatu hari, aku terjatuh. tergores kecil. sangat kecil. tapi aku merasa benar-benar perih. itu adalah segala sakit yang pernah kurasa dalam dunia baruku. aku tak suka. maka aku menangis, menangis, dan terus menangis. hingga mataku bengkak. hingga aku lelah. hingga aku tersadar... bahwa aku bukanlah apa-apa dalam lakon ini. ya. i'm a loser.
jadi disinilah aku sekarang. seperti ikan mas koki, istilah si hujan. ikan rapuh dengan mata belok. berenang kesana kemari tanpa tujuan. jadi berpikir keras, kenapa aku begitu sulit memahami hidup.
yea, mungkin butuh selangkah lagi untuk menjadi dewasa. grow up, gal.

