stay or leave?

ini adalah masa-masa kritis. saat aku harus memutuskan, akan ada dimana aku selanjutnya. humh. semuanya bertumpuk-tumpuk di dalam sini.

argghhh..
kepalaku mau pecah.

bun, do something, please.
find that job. :(

Catatan ditengah keramaian

Membaca kembali. Melihat lagi. Membuatku tersadar betapa hidup ini mengalir dengan segala misterinya.

Dulu aku sering bertanya-tanya. Pada tanggal yang sama tahun depan nanti, apa yang sedang kurasakan? Apakah aku akan bahagia? Ataukah aku akan menangis sedih?

Dan hari ini. Seperti hari yang sudah-sudah. Aku masih saja takjub dengan apa yang diterima oleh panca indraku. Betapa tiap bentuk rasa menyisakan jejak yang berbeda.

Aku duduk di depan etalase sebuah blok keramaian. Sudah 18 jam aku disini. Tidak melakukan sesuatu yang esensial kecuali menemani. Ya, hanya menemani. Hanya satu kata. Tapi tidak sesederhana kelihatannya. Ada banyak hal yang dilibatkan di dalamnya. Melewati terik matahari, dinginnya malam, hingga menyambut matahari kembali.

Ada diam. Ada kata. Ada rasa. Ada kesabaran ekstra yang harus diberikan untuk bisa bertahan. Sungguh bukan pekerjaan yang mudah. Belum lagi menata rasa. Jika apa yang kita lakukan untuk seseorang yang kita temani, disikapi dengan cara yang menyakitkan. Menjaga untuk bisa tetap tersenyum atau diam menyikapinya.

Menemani.
Menunggu, melayani, berusaha mengerti, dan tentu saja: bersabar. Humh. Seandainya saja dia tau ini bukan pekerjaan yang mudah..

Ah.
Kadang aku merasa begitu sepi.. Dan sendiri.

melangkah lagi

sudah tiga bulan lebih aku disini.

menghirup embun paginya. meresapi panas teriknya. menikmati sorenya yang indah. (harus berapa kali kukatakan, bahwa sore di kota ini sungguh eksotis?). bahkan untuk jalanan malamnya yang begitu lengang. yang membuatku menggigil biru.

ada banyak hal yang ingin kukatakan tentang tiga bulan terakhir ini. tiga bulan yang banyak merubah hidupku, sikapku, dan cara berpikirku. tapi mungkin diam adalah hal yang paling nyaman untukku saat ini.

ini semua tentang kamu.
aku ingin belajar. aku ingin mengerti. aku ingin memahami.

aku ingin mencintai.

walaupun kita sama2 tak pernah tau, bagaimana potret akhir dari kisah ini.
and you're absolutely right.
"just let it flow, hun..."

i will remember these days

ya, aku akan benar-benar mengingat hari hari ini. saat rasa berdesir dan meluapkan sebentuk getaran halus yang indah. saat kamus yang selama ini terbiasa mendefinisikan sudah tak mampu lagi memuatnya dengan logika. atau karena ini memang rasa. atau karena ini memang jiwa.

am i really crush in a-condition-that-used-to-called-err..luv?

his eyes. his hands. his fingers. his cheek. his nose. his hair. his lips. his smell. his way...

i really get down on my knees.
hmmmm.......

melayang.

inhale... exhale...

Mungkin sudah waktunya aku beranjak dari kota ini. Tempat dimana aku belum banyak mengenal tentangnya. Yang kutau, kota ini punya sore yang sangat indah. Walaupun di setiap sore itu aku tak pernah bisa menikmatinya. Karena kesepian ini begitu membunuhku..

Semua terasa melelahkan. Berusaha melakukan yang terbaik untuk mereka. Berusaha melayani yang terbaik untuk sesama. Memberi semampuku. Tapi seringkali semua energi yang kucurahkan terbuang percuma. Dihempaskan begitu saja. Terusir. Terbuang. Tak berharga. Karena semua orang menuntut dimengerti. Tanpa satupun yang mau peduli bahwa aku pun hanya manusia biasa. Yang sejatinya pun punya harapan agar dapat dimengerti pula. Hanya saja tak kuasa untuk menuntut seperti mereka.

Aku mulai limbung.
Luka. Duka. Hampa.

Walaupun aku tau energi yang terkuras ini bisa pulih kembali, tapi kesepian ini terasa abadi..

Benarkah aku harus melangkah pergi? Sungguh, aku tak pernah ingin melakukannya. Aku hanya lelah. Tak adakah yang sudi menengok sejenak kearahku atau memberikan sedikit pelukan buatku?

Ah. Aku ingin bermimpi.
Menari-nari di hamparan padang hijau. Mengecup manis burung2 yang berkicau. Mengitari pohon2 teduh. Tertawa bahagia dalam lautan bunga matahari. Penuh warna. Dan tak lagi sendiri, tentunya.

Mari pejamkan mata, sayang..
Let's fly away..
Biarkan Tuhan yang menyentuhmu..